saat di Cambridge University

saat di Cambridge University

Laman

Selasa, 12 Januari 2016

Bagaimana Mahasiswa Ekonomi Mencari Data? (1)

Bagi mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan mencari data adalah sebuah kebutuhan. “All i want to be in number” begitu lagu kebangsaan anak ekonomi yang sudah mendarah daging dan sering dinyanyikan. lagu itu bermakna segala sesuatu harus dapat ditunjukkan dengan data. Penggunaan data dimaksudkan agar fakta dapat tersampaikan dengan komprehensif dan jelas.

Data time series merupakan bentuk data yang paling biasa digunakan. Data time series menunjukkan historis dari kejadian sebuah variabel ekonomi. Dalam bahasa ekonometrika sederhana rentetan data dari suatu periode tertentu menunjukkan perilaku dari sebuah variabel. Dengan adanya data time series, seorang ekonom dapat membuktikan apakah sebuah teori berlaku atau tidak berlaku. Adanya data memperkuat teori juga dapat membantah sebuah teori.

Untuk keperluan pengujian hubungan antara variabel, sudah mafhum bagi mahasiswa ekonomi membutuhkan data time series dalam periode yang cukup panjang agar dapat di olah (baca : regress) dan diinterpretasi.

Pada kesempatan kali ini saya mau share mengenai sumber data ekonomi dan cara mengambil datanya bagi keperluan mahasiswa ekonomi, terkhusus adik adik IESP se-indonesia.

Data yang saya share merupakan data kuantitatif yang sangat berguna bagi pengolahan ekonometrika kuantitatif. Bisa juga di jadikan olahan data deskriptif yang mungkin berguna sebagai gambaran awal penelitian.

Memang tidak semua data bisa diperoleh, tapi pengalaman saya selama empat tahun kuliah di IESP undip, saya pernah mendapat data data seperti : 
  1. Data makroekonomi seperti inflasi, Pendapatan Nasional (PDB / GDP), penganguran, exchange rate, Jumlah Penduduk dan masih banyak lagi.
  2. Data harga pangan dunia seperti harga kopi, harga jagung, harga kedelai, harga kelapa sawit
  3. Data Mikroekonomi: terkait data mikro ekonomi mungkin saya belum bisa banyak share. Karena selama berkuliah saya jarang meneliti mengenai mikro ekonomi. Mungkin dapat ditelisik dengan kata kunci IFLS kalau tidak salah.
Berikut sumber data dari beberapa website dalam negeri yang dapat dimanfaatkan:

Pertama:Badan Pusat Statistik  ( www.bps.go.id )


Badan Pusat Statistik atau BPS adalah website paling awal yang biasanya dikunjungi. Cukup mudah untuk mengunduh data yang tertera di tabel. Hanya dengan mengklik tulisan unduh tabel (lingkaran merah) data langsung terunduh.

Namun menurut saya kurangnya pengambilan data dari BPS adalah sebagai berikut:
  • Terkadang format titik dan koma tidak sesuai dengan komputer saya, jadi harus membetulkan dulu agar data bisa diolah
  • Rentang periode data menurut saya kurang, hanya sekitar 10-15 maksimal 20 tahun itu juga jarang. Bagi ekonom, semakin banayak rentang periode data semakin menunjkkan hasil yang confident dalam mengolahnya.
Kedua: SDDS Bank Indonesia ( www.bi.go.id/sdds )


SDDS merupakan cara lain mendapatkan data dari bank indonesia, tidak masuk lewat website muka Bank Indonesia namun langsung menuju kepada data. SDDS sendiri adalah singkatan dari SPECIAL DATA DISSEMINATION STANDARD. 

Misalkan kita mau mengunduh data GDP atas dasar harga berlaku tahun 2000 (GDP at current prices based on 2000). Maka kita hanya tinggal mengklik tulisan hijau di sebelah kanan (lingkar warna merah) dan data langsung terunduh ke komputer.

Kelebihan mengunduh data dari SDDS Bank Indonesia menurut saya adalah:

cara menguduhnya simpel dan tidak perlu mendaftar atau login sehingga mudah bagi yang membutuhkan data secara cepat.

Selanjutnya saya akan menshare website sumber data ekonomi yang berasal dari luar negeri di tulisan saya berikutnya.

3 komentar: